Oknum LSM Asal Pakuniran Makan Korban, Diduga Tipu Warga Rp. 40 Juta dengan Modus Mobil Rental

Probolinggo| Berita-kompas.com – Aksi seorang oknum anggota Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) asal Desa Patemun Kulon, Kecamatan Pakuniran, Kabupaten Probolinggo, kembali menjadi sorotan. Setelah sebelumnya viral karena diduga membawa kabur mobil jenis Xenia milik warga Desa Alasnyiur, Kecamatan Besuk, pria berinisial SYD (28) diduga memakan korban lagi dengan modus serupa.

Kali ini, korbannya adalah seorang warga Desa Bucor Wetan, Kecamatan Pakuniran. Menurut informasi yang dihimpun, SYD tidak bertindak sendirian. Ia diduga berkomplot dengan seorang rekan berinisial MPA (30) asal Dusun Sumur, Desa Brabe, Kecamatan Maron.

Dalam aksinya, SYD disebut berperan sebagai perantara penjualan sebuah mobil. Sementara itu, MPA berpura-pura sebagai pemilik mobil yang akan dijual. Padahal, mobil tersebut merupakan mobil sewaan (rental) yang tidak ada haknya untuk dijual.

"Saat transaksi, SYD yang aktif sebagai perantara meyakinkan korban. MPA tampil sebagai pemilik. Korban tertarik dan akhirnya disepakati transaksi senilai Rp40 juta. Setelah uang diserahkan, baru kemudian korban menyadari ada kejanggalan dan mobil ternyata tidak bisa dialihkan kepemilikannya," jelas seorang sumber dekat dengan korban yang enggan disebutkan namanya, Kamis (20/3/2025).

Sumber tersebut menambahkan, korban yang merasa tertipu kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada Kepolisian Sektor (Polsek) setempat. Kasus ini pun kini telah ditangani oleh aparat.

"Kabarnya korban ditipu 40 juta. Untuk konfirmasi lebih detail, bisa langsung pada korbannya atau Polsek. Bisa juga tanya pada Muhammad, Kades Patemun Kulon, karena saat ramai di Polsek, beliau sempat jadi penengah," kata sumber tersebut.

Upaya konfirmasi ke Kepala Desa (Kades) Patemun Kulon, Muhammad, dan pihak Kepolisian sektor setempat belum mendapatkan respons hingga berita ini diturunkan.

Kejadian ini semakin menguatkan dugaan pola aksi dari oknum tersebut. Masyarakat pun dihimbau untuk lebih berhati-hati dan melakukan pengecekan kelengkapan dokumen serta keaslian kepemilikan kendaraan sebelum melakukan transaksi jual-beli, terlebih dengan pihak yang tidak terlalu dikenal.

Redaksi masih terus mengembangkan berita ini untuk mendapatkan konfirmasi resmi dari pihak kepolisian dan keterangan dari korban secara langsung.

Reporter : Jonet. ST

Editor : Bamz