Program P3-TGAI 2026 Jadi Sorotan, LSM JAKPRO Tegaskan Tidak Ada Toleransi bagi Oknum yang Bermain dengan Anggaran

Ket Foto : Program P3-TGAI 2026 Jadi Sorotan, LSM JAKPRO Tegaskan Tidak Ada Toleransi bagi Oknum yang Bermain dengan Anggaran
Ket Foto : Program P3-TGAI 2026 Jadi Sorotan, LSM JAKPRO Tegaskan Tidak Ada Toleransi bagi Oknum yang Bermain dengan Anggaran

Program P3-TGAI 2026 Jadi Sorotan, LSM JAKPRO Tegaskan Tidak Ada Toleransi bagi Oknum yang Bermain dengan Anggaran

 

Probolinggo Berita Kompas.com – Pelaksanaan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) Tahun 2026 di sejumlah desa di Kabupaten dan Kota Probolinggo menjadi perhatian serius Lembaga Swadaya Masyarakat Jaringan Aktivis Probolinggo (LSM JAKPRO).

 

LSM JAKPRO menyatakan akan mengawal pelaksanaan program yang diterima oleh 45 kelompok Himpunan Petani Pemakai Air (HIPPA) di Kabupaten dan Kota Probolinggo agar berjalan sesuai dengan perencanaan, ketentuan teknis, serta penggunaan anggaran yang telah ditetapkan pemerintah.

 

Humas LSM JAKPRO, Muhammad Rizky Imron, mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan pengawasan terhadap seluruh pelaksanaan pembangunan fisik. Pengawasan tersebut meliputi kesesuaian pekerjaan dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB), volume pekerjaan, hingga kualitas material yang digunakan.

 

"Kami memastikan Program P3-TGAI Tahun 2026 yang diterima kelompok HIPPA dilaksanakan sesuai dengan perencanaan. Kami juga telah menginstruksikan seluruh tim investigasi dan anggota LSM JAKPRO se-Kabupaten Probolinggo untuk melakukan pemantauan di lapangan guna memastikan pelaksanaan pembangunan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah," ujarnya.

 

Sementara itu, Sekretaris LSM JAKPRO, Purnomo, menegaskan bahwa pengawasan yang dilakukan tidak hanya berfokus pada aspek teknis pembangunan, tetapi juga terhadap potensi penyimpangan yang selama ini kerap menjadi isu dalam pelaksanaan Program P3-TGAI.

 

Menurutnya, setiap tahun selalu muncul dugaan adanya oknum yang memanfaatkan program tersebut untuk kepentingan pribadi. Oleh karena itu, LSM JAKPRO berkomitmen untuk tidak memberikan toleransi terhadap segala bentuk penyimpangan apabila ditemukan bukti yang cukup.

 

"Untuk Tahun 2026 jangan ada lagi praktik-praktik seperti yang selama ini menjadi isu. Kami bukan hanya mengawal pelaksanaan pembangunannya, tetapi juga akan menindaklanjuti apabila menemukan dugaan penyimpangan. Jika ada oknum yang bermain dengan anggaran atau memanfaatkan program untuk kepentingan pribadi, kami tidak akan mentoleransi dan akan melaporkannya kepada Aparat Penegak Hukum (APH)," tegas Purnomo.

 

Ia menambahkan, saat ini tim LSM JAKPRO telah melakukan konfirmasi kepada berbagai pihak serta melakukan investigasi di sejumlah lokasi penerima Program P3-TGAI yang sedang dalam tahap pembangunan. Beberapa titik pekerjaan juga telah didokumentasikan sebagai bahan kajian untuk mencocokkan pelaksanaan di lapangan dengan RAB dan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan.

 

Purnomo berharap Program P3-TGAI Tahun 2026 benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat apabila dilaksanakan secara transparan dan sesuai ketentuan.

 

"Apabila pembangunan dilaksanakan sesuai dengan perencanaan, maka tujuan pemerintah melalui Program P3-TGAI akan tercapai. Program ini bertujuan meningkatkan fungsi jaringan irigasi tersier agar distribusi air ke lahan pertanian menjadi lebih lancar. Selain itu, program ini juga memberdayakan masyarakat karena melibatkan Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) atau kelompok tani setempat mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan hingga pemeliharaan. Pada akhirnya, pembangunan saluran irigasi ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas dan hasil pertanian masyarakat," pungkasnya.

 

*} Publisher Jack'supit 

 

Editor : Lambang K