Dengan Pesan Untuk Dapat Menjaga Hubungan Baik dan Toleransi Umat Beragama Dalam Bernegara, Paroki Gereja Katolik Kristus Raja Menggelar Prosesi Misa Kenaikan Isa Al-Masih.
Surabaya Berita Kompas.com - Hari ini, Kamis (18/5/2023), digelar pelaksanaan prosesi Misa kenaikan Isa Almasih di Gereja Katolik Kristus Raja Jalan Residen Sudirman, Kota Surabaya.
Antusiasme warga masyarakat dari Surabaya bahkan yang dari luar kota pun memadati kegiatan prosesi Misa perayaan kenaikan Isa Al-Masih dari tahun ke tahunnya hingga sampai tahun ini.
Pelaksanaan misa kenaikan Isa Almasih di Gereja Katolik Kristus Raja Surabaya itu diikuti oleh tiga ribuan jemaat yang hadir memadati ruangan Gereja dan gedung berikut aula yang disediakan panitia untuk umat dan para jemaat.
Dalam perayaan prosesi Misa yang tepat jatuh di bulan Mei tahun 2026 ini, Ibadah Misa digelar tiga kali, yang pertama pada pukul 06.00 WIB, yang kedua pada pukul 09.00 WIB dan yang ketiga sore hari pada pukul 18.00 WIB. Tiap sesi diikuti seribuan orang.
Dalam pemantauan langsung Jurnalis Media Berita Kompas.com Jack'supit yang turut serta hadir dalam mengikuti prosesi acara sakral Misa tersebut, menuliskan dan memberitakan bahwa dalam kegiatan acara Misa itu dipimpin langsung oleh Romo Yohanes Widayaka yang digambarkan sebagai sosok yang berkharisma, berwibawa dan penuh dengan kemuliaan Tuhan.
Dalam khotbahnya, Romo Yohanes Widayaka menyampaikan agar supaya dengan moment kenaikan Isa Al-Masih ini, bagi kita umat yang percaya dan pilihan tentunya agar supaya untuk lebih dapat mengilhami cerminan dari Tuhan Yesus itu sendiri dan melakukan ajaran ajaran kasihnya kepada seluruh umat manusia tanpa membedakan suku, agama, ras dan antar golongan.
Selama prosesi Misa seluruh umat dan jemaat mengikutinya dengan penuh Sukacita dan khidmat sekaligus kekhusyukan yang mendalam untuk lebih berkenan dihadapan sang Juruslamat penebus dosa umat manusia, yang mati di kayu salib dan naik ke surga untuk duduk disebelah kanan bersama sama sekaligus berdampingan dengan Allah Bapa, dari situ Ia (Tuhan Yesus red) akan datang lagi untuk mengadili orang yang hidup dan yang mati.
Di akhir seluruh perayaan prosesi Misa kenaikan Isa Al-Masih itu ditutup dengan doa bersama untuk negara Indonesia dan kepada seluruh warga negara untuk dapat menjaga hubungan baik dan toleransi umat beragama dalam bernegara.
Lipsus, writer and published by Jack'supit
Editor : Lambang K