Malam Anggara Kasih ke-34 di Arca Joko Dolog Surabaya, Perkuat Toleransi dan Pelestarian Budaya

Ket Foto : Suasana Malam Anggara Kasih di pelataran Arca Joko Dolog
Ket Foto : Suasana Malam Anggara Kasih di pelataran Arca Joko Dolog

Malam Anggara Kasih ke-34 di Arca Joko Dolog Surabaya, Perkuat Toleransi dan Pelestarian Budaya

 

Surabaya Berita Kompas.com || Pertemuan rutin Malam Anggara Kasih ke-34 kembali digelar oleh komunitas Seduluran Abdi Dalem Eyang Joko Dolog pada Senin malam, 28 April 2026. Kegiatan yang bertepatan dengan malam Selasa Kliwon ini berlangsung di pelataran Cagar Budaya Arca Joko Dolog, Jalan Taman Apsari, Kota Surabaya.

 

Acara yang menjadi agenda rutin setiap malam Selasa Kliwon ini tidak hanya menjadi ruang spiritual, tetapi juga wadah pelestarian budaya dan penguatan nilai-nilai kebersamaan lintas iman di tengah masyarakat.

 

Kegiatan dimulai pukul 20.00 WIB dengan lantunan tembang Jawa yang sarat filosofi kehidupan, dilanjutkan dengan sesi Sinau Budaya yang mengajak peserta memahami nilai-nilai kearifan lokal secara lebih mendalam.

 

Suasana khidmat semakin terasa saat acara memasuki sesi doa lintas iman. Para peserta dari berbagai latar belakang agama dan kepercayaan bersama-sama memanjatkan doa, mencerminkan harmoni dan toleransi yang terus dijaga dalam keberagaman.

 

Ketua Seduluran Abdi Dalem Eyang Joko Dolog, Choirul Anam, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata menjaga warisan leluhur sekaligus merawat persaudaraan.

 

“Malam Anggara Kasih ini bukan sekadar rutinitas, tetapi ruang untuk merawat nilai budaya, memperkuat persaudaraan, dan menjaga harmoni antarumat beragama. Harapannya kegiatan ini terus hidup dan memberi manfaat bagi masyarakat,” ujar Choirul Anam.

 

Setelah rangkaian doa selesai, acara dilanjutkan dengan ramah tamah antar peserta. Suasana penuh keakraban terlihat saat para pengunjung saling berbincang dan berbagi pengalaman spiritual maupun budaya.

 

Menariknya, dalam kegiatan ini juga digelar undian doorprize yang menambah antusiasme peserta. Berbagai hadiah sederhana namun bermakna disiapkan panitia, seperti kaos, udeng, dupa, hingga perlengkapan makan yang dapat dibawa pulang oleh peserta yang beruntung.

 

Salah satu pengunjung yang hadir mengaku merasakan ketenangan dan kebersamaan dalam kegiatan tersebut.

 

“Saya merasa adem dan damai di sini. Selain bisa berdoa bersama, juga bisa belajar budaya Jawa dan bertemu banyak saudara dari berbagai latar belakang,” ungkap salah satu peserta.

 

Kegiatan Malam Anggara Kasih ini diharapkan terus menjadi ruang inklusif bagi masyarakat untuk mempererat tali persaudaraan, menjaga nilai budaya, serta memperkuat semangat toleransi di Kota Surabaya.

 

*) Published by Jack'supit

Editor : Lambang K