Fenomena Tahunan Terulang: Gas LPG 3 Kg di Bondowoso Kembali Langka Jelang Idul Fitri 1447 H

Bondowoso| Berita-kompas.com  – Jelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, fenomena tahunan kembali menghantui masyarakat Kabupaten Bondowoso. Kelangkaan gas LPG bersubsidi ukuran 3 kilogram atau yang akrab disapa "gas melon" kembali terjadi di sejumlah wilayah. Ironisnya, kelangkaan ini terjadi di tengah klaim pemerintah daerah bahwa alokasi dan distribusi dalam kondisi aman .

Sejak beberapa hari terakhir, antrean panjang terlihat di pangkalan-pangkalan resmi yang masih kebagian jatah. Namun, sebuah peristiwa unik dan mengundang kecurigaan warga terjadi di salah satu pangkalan di wilayah kota. Seorang warga, Sofyan (35), mengaku baru saja menyaksikan keanehan saat hendak membeli gas untuk kebutuhan memasak keluarganya.

"Saya lihat sendiri, ada mobil agen baru saja datang lima menit yang lalu menurunkan gas. Belum ada satu pun konsumen yang datang dan antre, eh tiba-tiba pemangkalan bilang ke saya, 'Sudah habis, Pak'," ujar Sofyan dengan nada heran, Minggu (15/3/2026).

Menurut Sofyan, tidak ada aktivitas bongkar muat yang terlihat mencurigakan, dan pangkalan tersebut juga tampak sepi dari pembeli. "Ini jelas aneh. Masa baru lima menit turun dari truk, stok sebanyak itu langsung lenyap? Padahal enggak ada yang beli. Pasti ada 'setan' di balik ini semua," curiganya.

Fenomena ini memperkuat dugaan publik bahwa kelangkaan jelang lebaran bukan semata-mata akibat lonjakan permintaan, melainkan indikasi adanya permainan distribusi di tingkat bawah. Kecurigaan mengarah pada praktik penimbunan atau pengalihan pasokan oleh oknum tertentu untuk mencari keuntungan di tengah tingginya kebutuhan masyarakat.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Bondowoso melalui Diskoperindag sendiri mengklaim telah berkoordinasi dengan Pertamina untuk memastikan stok aman dan bahkan mengusulkan penambahan kuota fakultatif guna mengantisipasi lonjakan kebutuhan selama Ramadan dan Idul Fitri . Namun, kejadian di lapangan seperti yang disaksikan Sofyan menunjukkan bahwa kelancaran distribusi dari agen ke pangkalan masih menjadi pekerjaan rumah yang belum terselesaikan.

Masyarakat kini berharap aparat penegak hukum segera turun tangan melakukan sidak mendadak ke agen dan pangkalan. "Jangan sampai rakyat kecil terus menjadi korban permainan oknum setiap tahunnya. Kalau perlu, timbang gas yang baru saja sampai itu, jangan cuma dilihat," pungkas Sofyan.

Editor : Bamz