Gelar Perdana Hiburan Legendaris Srimulat Yang Bertajuk Ada Apa Dengan F9, Membanjiri Antusiasme Masyarakat Dari Kalangan Generasi Z Sampai Generasi Alpha
Surabaya Berita Kompas.com – Di tengah derasnya arus modernisasi dan perkembangan gaya hidup urban, Fairway Nine Mall Surabaya menunjukkan komitmennya dalam menjaga serta melestarikan budaya bangsa dengan menghadirkan berbagai pertunjukan seni dan budaya secara rutin setiap bulan.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan acara bertajuk "Srimulat Ada Apa Dengan F9" yang digelar pada Sabtu (30/5/2026). Kegiatan ini menghadirkan pertunjukan para legenda komedi Srimulat yang berhasil mengundang antusiasme masyarakat, komunitas seni, hingga insan media yang hadir.
Mrs Ika Event Manager Fairway Nine Mall menjelaskan bahwa, "program budaya tersebut menjadi langkah awal untuk membuka ruang kreatif bagi para seniman dan budayawan agar tetap dapat berkarya sekaligus memperkenalkan budaya kepada generasi muda.
“Kegiatan seperti ini akan kami adakan secara rutin setiap bulan. Sebagai pembuka, kami mengundang rekan-rekan media dan berbagai komunitas. Ke depan, Fairway Nine Mall juga akan menggelar Pekan Budaya yang melibatkan lebih banyak unsur seni dan kebudayaan,” ujarnya.
Ika Menambahkan, selama ini Fairway Nine Mall tidak hanya menghadirkan hiburan modern seperti pertunjukan musik yang rutin digelar setiap akhir pekan, tetapi juga ingin memberikan wadah bagi kesenian tradisional agar tetap hidup dan dinikmati masyarakat luas, "imbuhnya.
Di tempat yang sama ketika sesi wawancara bersama insan media, Suwanto sebagai General Manager Fairway Nine Mall menjelaskan bahwa, "program budaya tersebut merupakan bagian dari visi perusahaan dalam menyeimbangkan perkembangan bisnis modern dengan pelestarian budaya lokal.
“Selama ini pusat perbelanjaan identik dengan modernisasi. Kami ingin menghadirkan sesuatu yang berbeda dengan memberikan ruang bagi budaya yang selama ini kurang mendapatkan tempat. Fairway Nine Mall ingin membuktikan bahwa kemajuan bisnis dapat berjalan seiring dengan pelestarian budaya,” jelasnya.
Sebagai bentuk keseriusan, manajemen Fairway Nine Mall juga menjalin kolaborasi dengan berbagai komunitas seni dan Museum Wayang untuk menghadirkan kegiatan budaya yang tidak hanya menghibur, tetapi juga edukatif.
Melanjutkan penjelasannya Suwanto menambahkan, "upaya tersebut turut diarahkan kepada generasi muda melalui promosi yang masif di berbagai platform media sosial yang dekat dengan Generasi Z dan Generasi Alpha.
“Kami ingin mengenalkan budaya kepada generasi saat ini melalui kemasan yang lebih menarik dan mudah diterima. Harapannya, anak-anak muda tidak melupakan budaya serta nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya,” tambah Suwanto.
Di akhir statement penjelasannya di sesi wawancara tersebut, sang GM menyampaikan, "Ke depan'nya Fairway Nine Mall telah menyiapkan berbagai agenda budaya menarik. Pada Juli 2026, misalnya, akan digelar program bertema ‘Upaya Nusantara’ yang mengangkat berbagai cerita rakyat dan legenda Nusantara, seperti kisah Malin Kundang hingga legenda asal-usul Banyuwangi, "pungkasnya.
Puncak rangkaian kegiatan budaya tersebut direncanakan berlangsung pada Agustus mendatang melalui pertunjukan spektakuler bergaya Broadway yang dikemas secara modern tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya Indonesia.
Antusiasme masyarakat tampak jelas sepanjang acara berlangsung. Salah dua pengunjung, Ratna beserta Slamet Rahardjo yang diwawancarai langsung oleh jurnalis Media ini Jack'supit merasa senang dan turut apresiasi ketika budaya nusantara ini kembali pertontonkan lagi dan mereka mengaku sangat terhibur dengan penampilan para legenda Srimulat yang tampil secara gratis di Fairway Nine Mall.
“Acara ini sangat menghibur dan mengobati kerinduan masyarakat terhadap lawakan khas Srimulat yang legendaris. Semoga kegiatan seperti ini terus diadakan,” ungkap mereka.
Diakhir liputan tersebut kembali jurnalis Media Berita Kompas.com Jack'supit mendapat kesempatan untuk mewawancarai para kaum intelektual universitas Negeri Surabaya program studi S1 pendidikan seni, drama, tari dan musik Fakultas bahasa dan seni yang mana mengisi acara di awal dengan menyajikan tari remo milineal modern kreasi Universitas Negeri Surabaya, tari ini adalah tarian tradisional khas Jawa Timur, tepatnya berasal dari daerah Jombang, yang menimbulkan keberanian, kepahlawanan dan patriotisme.
Ervin Nuriana sebagai koordinator dari Universitas Negeri Surabaya dalam wawancaranya menyampaikan, "Dengan adanya pentas perdana yang di launching untuk gelaran pentas Srimulat ini saya rasa itu adalah suatu gerakan yang cukup bagus bagi anak didiknya untuk mendapatkan tambahan edukasi tentang budaya lokal Nusantara dan ia (Ervin red) berharap dengan moment seperti ini bisa lebih memperkenalkan dan turut melestarikan seni pertunjukkan budaya lokal pada umumnya dan Nusantara khususnya.
Dan melalui program budaya berkelanjutan ini, semoga Fairway Nine Mall Surabaya dapat menjadi lebih dari sekadar pusat perbelanjaan, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi, edukasi, dan pelestarian budaya yang mampu menjangkau generasi masa depan, "tutur sang koordinator yang mempunyai kharisma tersendiri dalam dunia seni ini.
Perwakilan dari salah satu anggota tari Sasikirana mahasiswi angkatan 2023 semester 6 dari Universitas Negeri Surabaya program studi S1 pendidikan seni, drama, tari dan musik Fakultas bahasa dan seni dalam wawancara singkatnya menyampaikan, "sangat mengapresiasi sekali dengan adanya pagelaran kegiatan seperti ini untuk menunjang pengetahuan yang lebih lagi sebagai edukasi budaya Nusantara yang harus dipertahan sekaligus dilestarikan terutama bagi para kaum milenial seperti saya ini, "katanya.
Disamping itu harapan dari pihak management sendiri dengan menghadirkan seni tradisional di tengah nuansa modern, Fairway Nine Mall Surabaya membuktikan bahwa kemajuan bisnis dan pelestarian budaya dapat berjalan beriringan demi kemajuan masyarakat dan bangsa Indonesia.
*} Publisher Jack'supit
Editor : Lambang K