Bondowoso| Berita-kompas.com – Sebanyak 30 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, untuk sementara waktu tidak beroperasi. Penghentian ini dilakukan menyusul diterbitkannya surat resmi dari Badan Gizi Nasional (BGN) Nomor 841/D.TWS/03/2026 tertanggal 10 Maret 2026.
Keputusan tersebut diambil setelah Koordinator Regional Jawa Timur melaporkan sejumlah temuan di lapangan. Berdasarkan laporan, puluhan dapur yang melayani program Makan Bergizi Gratis (MBG) itu dinilai belum memenuhi standar dasar operasional yang telah ditetapkan.
Kepala BGN, dalam suratnya, menegaskan bahwa penghentian sementara operasional ini bersifat administratif hingga seluruh persyaratan standar operasional prosedur (SOP) dapat dipenuhi oleh pihak pengelola dapur. "Standar dasar ini mencakup aspek higienitas, kelengkapan peralatan, hingga kualitas bahan baku yang digunakan," tulis surat tersebut.
Berikut Nama SPPG yang dihentikan sementara:
1.SPPG Curahdami Curahpoh 2.
2. SPPG Grujugan Kidul 2
3. SPPG Ramban Kulon
4. SPPG Tapen
5. SPPG Klabang Pandak
6. SPPG Pujer Mengok
7. SPPG Wringin Jati Tamban
8. SPPG Pujer Padasan
9. SPPG Sumber Gading
10. SPPG Tegalampel Karanganyar
11. SPPG Wringin 2
12. SPPG Wringin 3
13. SPPG Jambesari Pejagan
14. SPPG Suling Kulon 1
15. SPPG Tamanan Kemirian
16. SPPG Sbr. Kalong
17. SPPG Blindungan
18. SPPG Taman Krocok
19. SPPG Maesan Sumbersari
20. SPPG Sumber Salam
21. SPPG Sempol Kalianyar
22. SPPG Wringin 1
23. SPPG Rejo Agung
24. SPPG Suger Lor
25. SPPG Sukosari Lor
26. SPPG Tenggarang Lojajar
27. SPPG Tenggarang Pkalangan
28. SPPG Sumber Sari 2
29. SPPG Poncogati
30. SPPG Kembang
Meski demikian, BGN memastikan bahwa program MBG di Bondowoso tetap berjalan. Seluruh penerima manfaat akan tetap mendapatkan pasokan makanan bergizi dari dapur SPPG terdekat yang telah dinyatakan laiay operasi. Saat ini, tim pengawas dari BGN bersama Dinas terkait di Kabupaten Bondowoso tengah melakukan pembinaan intensif terhadap 30 dapur yang bermasalah agar segera dapat beroperasi kembali sesuai standar yang diharapkan.
Editor : Bamz