Kelalaian Panitia Final Piala SOERATIN U15 SIDOARJO – Tanpa Team Medis dan Ambulans, Pemain Cidera di Bawa Mobil Pribadi
SIDOARJO BERITA KOMPAS.COM – Babak final Piala Soeratin U-15 yang digelar di Lapangan Sumput, Sidoarjo, sore hari ini berakhir dengan sorotan tajam terhadap penyelenggara. Laga mempertemukan Akademi DELTRAS Sidoarjo U15 melawan Persida Sidoarjo U15 ternyata digelar tanpa kesiapan fasilitas kesehatan yang memadai, melanggar standar keselamatan pertandingan resmi.
⚠️ TIDAK ADA TIM MEDIS, TIDAK ADA AMBULANS
Yang memiriskan, panitia penyelenggara sama sekali tidak menyiapkan tim medis, tenaga kesehatan, maupun kendaraan ambulans di lokasi pertandingan. Padahal, risiko cedera dalam sepak bola anak usia dini sangat tinggi dan penanganan cepat sangat menentukan keselamatan pemain.
Saat salah satu pemain mengalami cedera di tengah pertandingan, tidak ada petugas medis yang siap memberikan pertolongan pertama. Situasi semakin mendesak karena tidak ada armada MLB maupun ambulans yang disiapkan panitia untuk mengantar korban ke rumah sakit.
🚗 MOBIL PRIBADI WALIMURID YANG MENYELAMATKAN NYAWA
Dengan sangat terpaksa, mobil pribadi milik orang tua/wali dari salah satu pemain DELTRAS Sidoarjo yang akhirnya mengambil alih tugas panitia. Pemain yang cedera segera dibawa ke RS Delta Surya Sidoarjo — rumah sakit terdekat — untuk mendapatkan penanganan medis yang seharusnya sudah disiapkan panitia sejak awal.
😡 PERTANYAAN BESAR TENTANG STANDAR KESELAMATAN
Kehadiran tim medis dan ambulans adalah kewajiban mutlak dalam setiap pertandingan resmi PSSI, termasuk Piala Soeratin. Tanpa keduanya, pertandingan seharusnya tidak boleh dimulai.
Kelalaian ini memicu kemarahan orang tua, ofisial tim, dan pengamat sepak bola:
- ❌ Mengapa pertandingan final boleh digelar tanpa tim kesehatan siaga?
- ❌ Siapa yang bertanggung jawab atas standar keamanan pemain?
- ❌ Apa yang terjadi jika kondisi pemain lebih parah dan butuh penanganan darurat segera?
Piala Soeratin adalah ajang pembinaan pemain usia muda — seharusnya keselamatan menjadi prioritas nomor satu, bukan sekadar menggelar pertandingan.
📢 SERUAN EVALUASI DAN TINDAKAN
Insiden ini menuntut evaluasi menyeluruh dan sanksi tegas bagi panitia penyelenggara yang mengabaikan aspek keselamatan atlet muda. Askab PSSI Sidoarjo diharapkan menindaklanjuti dan memastikan hal serupa tidak akan pernah terulang di pertandingan selanjutnya.
"Keselamatan pemain bukanlah kemewahan — itu adalah HAK setiap atlet. Jika panitia tidak mampu menyediakan tim medis dan ambulans, lebih baik tidak usah menggelar turnamen. "ungkap Hendro Subagyo — Orang tua pemain DELTRAS.
*} Writer and Publisher "Hendro Subagyo & Jack'supit
Editor : Lambang K