Ribuan Tunggak Jati Ditemukan di Situbondo, Perhutani KPH Bondowoso: Itu Bencana Alam, Bukan Pembalakan

Reporter : Bamz

SITUBONDO| Berita-kompas.com – Luka lama kerusakan lingkungan di kawasan hutan Situbondo yang memicu ancaman bencana banjir bandang dan merugikan keuangan negara hingga miliaran rupiah, kini kembali menganga lebar.

Isu pembalakan liar yang sempat mereda, mendadak gempar dan kembali menyengat publik setelah beredar sebuah video berdurasi pendek 3 menit 23 detik di platform media sosial TikTok.

Melalui akun milik Rosi (Ronggolawe), seorang aktivis sekaligus pemerhati lingkungan lokal, tersaji pemandangan memilukan: hamparan tunggak kayu jati bekas tebangan yang berserakan di kawasan Kepala Resort Pemangkuan Hutan (KRPH) Kendit, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Panarukan, di bawah naungan Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bondowoso.

Dengan nada geram dan syarat keberanian, Rosi menduduki salah satu tunggak jati jumbo sembari melemparkan psywar terbuka kepada jajaran pimpinan Perhutani.

"Ini tunggak KRPH Kendit. Dan ini Pak ADM, yang katanya sampean fitnah... kalau tidak mencapai 1.000 tunggak di KRPH Kendit, tuntut saya!" tantang Rosi penuh amarah dalam rekaman video tersebut.

Tak hanya memperlihatkan bekas tebangan segar, kamera Rosi juga menyorot tumpukan kayu jati yang diduga hasil penjarahan yang tak tersentuh Laporan Angka Pencurian (LA). Kayu-kayu berharga itu tampak sudah terpotong rapi dengan ukuran satu meteran dan dibiarkan terbengkalai begitu saja di tengah semak belukar.

Merespons jeritan suara dari media sosial tersebut, Tim Media Berita-kompas.com bersama jajaran awak media lainnya bergerak cepat melakukan penelusuran ke titik koordinat, tepatnya di petak 40 dan 45 pada Selasa (28/07/2026).

Pemandangan di lokasi sungguh menyayat hati. Hanya dalam hitungan menit menyisir area pinggiran hutan, mata telanjang sudah disuguhkan puluhan sisa bangkai tebangan pohon jati. Sebuah kenyataan pahit yang mengindikasikan, jika penelusuran dilakukan lebih jauh ke jantung hutan, angka tebangan liar ini sangat mungkin melonjak dari puluhan menjadi ratusan, bahkan ribuan tunggak.

Di tengah penelusuran tersebut, Rosi kembali melontarkan kritik pedas terkait kejanggalan manajemen di tingkat tapak. Menurutnya, sejak tampuk kepemimpinan Mantri KRPH Kendit berganti kepada Kartoyo, kondisi hutan lindung kian memprihatinkan, sementara pejabat berwenang di atasnya terkesan menutup mata.

"Padahal kalau mantri sebelum Kartoyo, ada sedikit saja persoalan paling lama menjabat 4 tahun sudah diganti. Tapi kenapa ketika mantrinya diganti Kartoyo dengan fakta di lapangan banyak persoalan justru bisa dipertahankan menjabat hingga 6 tahun? Ada apa?" cecar Rosi menaruh tanda tanya besar.

Menanggapi gejolak dan tudingan tajam yang mengarah ke institusinya, Kepala Administratur Perum Perhutani (ADM) KPH Bondowoso, Munir, akhirnya angkat bicara pada Rabu (29/07/2026). Ia membantah keras narasi pembantaian kayu jati yang tengah viral tersebut.

"Menyatakan ribuan tunggak itu tidak benar, itu yang digarisbawahi. Karena lokasi itu lokasi bencana alam pohon roboh," tegas Munir berdalih melalui wawancara via pesan singkat WhatsApp.

Munir menambahkan, dirinya berjanji akan turun langsung menerabas medan guna memastikan kondisi objektif di lapangan setelah agenda kedinasannya selesai.

"Saya harus cek sendiri ke lokasi Cak, supaya tidak jadi polemik dan jadi pemberitaan negatif. Dan tunggak itu apakah sudah dilaporkan atau belum perlu kita dalami. Kalau sudah dilaporkan berarti sudah diketahui petugas," pungkasnya membela diri.

Data dari kepolisian menunjukkan bahwa praktik ilegal logging di kawasan Situbondo memang kerap terungkap. Pada September 2025, petugas gabungan Polres Situbondo dan Perhutani KPH Bondowoso berhasil mengamankan tiga pelaku serta puluhan batang kayu jati hasil penebangan liar di Kecamatan Bungatan . Bahkan, pada November 2023, seorang mantan Kepala Desa di Situbondo dituntut 3,5 tahun penjara karena diduga menjadi dalang pembalakan liar kayu sonokeling sebanyak 335 balok .

Sementara itu, Administratur Perhutani KPH Bondowoso, Misbakhul Munir, sebelumnya pernah menegaskan bahwa pengawasan terhadap kondisi hutan terus dilakukan secara berjenjang, dan meskipun ada illegal logging, pihaknya menilai tidak terjadi secara masif . Namun, temuan lapangan dan rekaman video yang viral kali ini kembali memunculkan pertanyaan besar tentang efektivitas pengawasan tersebut.

Editor : Bamz

Info Publik
Berita Populer
Berita Terbaru