Tabrak Mobil Polisi di DOR, Polda Jatim Gulung Dua Komplotan Pasuruan - Jember 

Reporter : Lambang K
Ket Foto : Tabrak Mobil Polisi di DOR, Polda Jatim Gulung Dua Komplotan Pasuruan - Jember 

Tabrak Mobil Polisi di DOR, Polda Jatim Gulung Dua Komplotan Pasuruan - Jember 

 

Surabaya Berita Kompas.com - Aksi dua komplotan pencurian endaraan bermotor(Curanmor) yang meresahkan Pasuruan dan Jember akhirnya terhenti. Subdit Jatanras Dit-Rekrimum Polda Jatim menggulung 7 Pelaku, termasuk seorang Residivis kambuhan yang sudah 4 Kali Keluar masuk penjara.

 

Pengungkapan dua jaringan curanmor tersebut dilakukan Tim Unit III URC Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim dalam operasi selama sepekan.

 

Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim AKBP Arbaridi Jumhur mengungkapkan, ''team berhasil membongkar dua komplotan berbeda yang beroperasi di wilayah Pasuruan dan Jember.

 

AKBP Arbaridi Jumhur melanjutkan, ''kita satu minggu pengungkapan, oleh Unit III URC berhasil mengungkapkan dua kelompok di wilayah Pasuruan dan wilayah Jember TKP-nya itu, ''Kata Jumhur Pada Selasa (14/7/2026).

 

Komplotan Pasuruan yang beranggotakan Jainul Abidin, Isyantoro, Billy Khanka Raja Diofa dan Muhammad Mustofa.

 

Mereka dikenal sebagai Spesialis pencurian motor dengan modus berpatroli mencari kendaraan yang terparkir dalam kondisi minim pengawasan, kemudian membobol kunci menggunakan kunci T, saat beraksi ,para pelaku juga membekali diri dengan senjata tajam.

 

Saat hendak ditangkap,kelompok ini sempat memberikan perlawanan dan berusaha melarikan diri. Salah seorang pelaku bahkan terpaksa dilumpuhkan petugas setelah mencoba kabur dan menabrak mobil polisi. 

 

''Modus mereka itu khususnya yang roda dua, patroli lihat lengahnya korban, dan eksekusi. Kelompok Pasuruan yang agak keras ini. Dia ada perlawanan, melarikan diri, terjatuh menabrak mobil petugas, ''ujar Jumhur.

 

Sementara itu, komplotan Jember yang beranggotakan Nisman,Mahfud Fardianto dan Mohammad Toli merupakan Spesialis pencurian mobil. Ketiganya tercatat sebagai residivis, bahkan salah satu pelaku telah empat kali menjalani hukuman penjara.

 

''Khusus yang roda 4 TKP Jember ini Residivis. Ada satu tersangka empat kali di penjara. Dia sering di Bali jadi buruh bangunan. Kalau tidak ada kerjaan disana, dia pulang kampung untuk mencuri, ''Ungkap Sang Kasubdit''.

 

Dalam menjalankan aksinya, para pelaku memiliki peran masing-masing, mulai dari eksekutor, mencari sasaran, hingga penghalau warga yang melakukan pengejaran. Modus terakhir ini dilakukan dengan cara menghalangi bahkan memepet kendaraan pengejar agar menghentikan aksinya.

 

''Kalau ada Masyarakat yang mengejar, ada yang nengkondisikan agar Masyarakat yang mengejar itu terjatuh, seperti kemarin Itu, pelaku lain mepet Masyarakat yang mengejar hingga korban tertabrak kendaraan lain yang melintas, ''Jelas Jumhur".

 

Berdasarkan hasil penyelidikan, dua komplotan tersebut diduga telah beraksi di sedikitnya 10 tempat Kejadian Perkara (TKP) di Jatim. Penyidik kini Memburu jaringan penadah yang identitasnya telah dikantongi dan di duga berada di wilayah Probolinggo.

 

"Jumlah dari dua kelompok ini ada 10 TKP. Ini masih kita kembangkan ke wilayah yang lain juga. Penadahnya ada di wilayah Probolinggo dan masih kita lakukan pengembangan. "Pungkas sang Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim ini.

 

*} Publisher Jack'supit 

 

Editor : Lambang K

Info Publik
Berita Populer
Berita Terbaru