Aksi Unras Warga RW 06 Kapas Lor, Protes Pengelolaan Lahan Parkir dan Perizinan di Gerai SSB Kenjeran Surabaya
SURABAYA BERITA KOMPAS.COM – Sejumlah warga RW 06 Kelurahan Kapas Lor, Kecamatan Kenjeran, menggelar aksi unjuk rasa di depan gerai Spesial Soto Boyolali (SSB) cabang Kenjeran, pada Senin (25/5/2026) sekitar pukul 10.00 WIB. Aksi ini didampingi langsung oleh perwakilan GRIB JAYA DPD Surabaya, dan dipicu oleh polemik pengelolaan lahan parkir serta dugaan masalah perizinan yang dinilai meresahkan ketenangan dan kenyamanan lingkungan sekitar.
Dalam orasi dan penyampaian aspirasi, warga menyampaikan keluhan utama terkait pengelolaan lahan parkir di lokasi usaha tersebut. Menurut warga, sistem pengelolaan yang berjalan selama ini dianggap kurang tertib, kerap mengganggu akses jalan lingkungan, serta menimbulkan kepadatan yang mengganggu aktivitas warga sehari-hari. Selain itu, muncul pula kekhawatiran terkait aspek perizinan yang belum jelas atau dianggap belum sepenuhnya menyesuaikan dengan aturan dan kepatutan lingkungan tempat tinggal.
Menurut pantauan jurnalis Media Berita Kompas.com Jack'supit yang langsung meliput aksi UNRAS tersebut menuliskan sempat terjadi kerusuhan antara anggota aksi dengan anggota Pasukan Hura Hara (PHH) Polrestabes Surabaya, yang dimana awalnya terjadi pelemparan botol mineral kepada anggota PHH yang memang pada saat itu sedang berjaga untuk mengamankan aksi UNRAS itu.
Kehadiran GRIB JAYA dalam pendampingan ini bertujuan memastikan aspirasi warga tersampaikan dengan tertib dan damai, serta mendorong adanya dialog terbuka antara masyarakat dan pengelola usaha. Warga menegaskan bahwa tuntutan mereka bukan untuk menutup usaha, melainkan meminta perbaikan tata kelola dan kepatuhan aturan agar tidak ada pihak yang dirugikan.
Menanggapi gelombang protes dan keluhan tersebut, pihak manajemen SSB merespons dengan sikap terbuka dan berupaya meredam potensi konflik. Ia menyatakan komitmen untuk menerapkan semangat Jogo Tonggo – nilai kearifan lokal tentang menjaga kerukunan dan kebersamaan antarwarga dan pelaku usaha.
“Kami sangat menghargai masukan dan keluhan warga. Prinsip kami adalah hidup bertetangga harus saling menjaga dan menghormati. Kami tidak ingin keberadaan usaha kami justru menjadi beban atau gangguan bagi lingkungan sekitar,” ujarnya.
Sebagai langkah nyata penyelesaian, pihak SSB berjanji akan segera melakukan pembaruan manajemen dan sistem pengelolaan parkir di wilayahnya. Perubahan ini ditujukan agar penataan kendaraan lebih rapi, tidak lagi memakan badan jalan umum, serta menjamin keamanan dan kenyamanan baik bagi pengunjung maupun warga sekitar. Langkah ini diharapkan dapat menjembatani kepentingan usaha dan ketentraman lingkungan, sehingga hubungan kemitraan yang harmonis antara SSB dan warga RW 06 Kapas Lor dapat terjalin kembali dengan baik.
Hingga berita ini diturunkan, suasana di lokasi sudah kembali kondusif setelah kedua belah pihak sepakat untuk berkomunikasi lebih lanjut guna mematangkan perbaikan sistem yang dimaksud.
Writer and Publisher By Jack'supit
Editor : Lambang K